Ganti Background Blog Ini Sesuka Anda !


Minggu, 25 Oktober 2015

4 Tugas 3 "Menyusun Teks Tanggapan Kritis" Siswa Nakal

Siswa Nakal




  Bagi guru, menghadapi siswa “nakal” dianggap seperti hal biasa, apalagi di sekolah yang siswanya sebagian besar laki-laki, seperti di sekolah menengah kejuruan (SMK). Guru biasa menghadapi siswa yang datang ke sekolah terlambat, bolos sekolah, tidak mengerjakan tugas atau pekerjaan rumah (PR), ribut di kelas, jajan pada saat jam pelajaran, izin ke belakang, namun ternyata ke kantin, hingga tawuran. Perilaku siswa seperti ini memang benar-benar menguji kesabaran guru dan keuletan tingkat tinggi.
                Benarkah mereka itu nakal? Pantaskah mereka diberi label nakal? Saya tidak setuju apabila mereka dilabeli nakal. Apalagi tidak sedikit guru yang memberi label nakal karena ketidaksanggupannya mengendalikan mereka. Di sisi lain, ukuran nakal tiap guru berbeda-beda. Sebagian guru akan menganggap siswanya nakal apabila siswanya tidak mengerjakan PR. Guru lain berpendapat siswa  yang sering bolos atau tidak masuk sekolah adalah siswa yang nakal. Sebagian yang lain menganggap siswa yang ribut saat pelajaran adalah siswa yang nakal.
                Menurut saya, tidak ada yang namanya siswa nakal. Pertama, hanya ada siswa yang sedang menghadapi krisis identitas. Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi, yaitu terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya dan tercapainya identitas peran. Kenakalan siswa terjadi karena siswa gagal mencapai integrasi kedua. Kedua, siswa yang memiliki kontrol diri yang lemah. Siswa yang tidak dapat mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku nakal. Begitu pun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak dapat mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya. Ketiga, siswa yang kurang kasih sayang orang tua. Orang tua yang terlalu sibuk dengan pekerjaan menyebabkan kurang perhatian kepada anaknya. Orang tua tidak mengenalkan dan mengajarkan norma-norma agama kepada anaknya. Akibatnya, dia akan sering bolos atau terlambat sekolah. Saat di sekolah, dia akan berulah macam-macam untuk mendapat perhatian dari orang lain, termasuk kepada gurunya.
                Keempat, siswa yang kedua orang tuanya tidak harmonis atau bahkan bercerai. Suasana di rumah yang tidak nyaman akan menyebabkan terjadinya hal-hal berikut ini.
1.       Anak tidak fokus saat pelajaran.
2.       Kedua orang tua yang seharusnya melindungi dan memberi contoh yang baik justru menjadi akar permasalahan anaknya.
3.       Siswa yang menjadi “korban” dari saudara atau teman sepermainannya. Tipe anak seperti ini akan melakukan hal yang sama pada anak lainnyakerena dia adalah “korban” dan berusaha untuk membalas dendam.
4.       Siswa yang mendapat tekanan dari orang tua. Tekanan ini dapat berupa tuntutan orang tua yang terlalu tinggi akan prestasi anaknya di sekolah atau peraturan di rumah yang terlalu ketat atau mengekang. Akibatnya, dapat bermacam-macam. Salah satunya, siswa dapat menjadi pendiam, tetapi juga dapat nakal karena merasa ingin bebas.
Kelima, siswa yang mengalami kekerasan dalam lingkungan keluarga. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya masalah ekonomi. Siswa yang mengalami kekerasan di rumah, saat di sekolah dia akan menunjukkan sikap memberontak kepad gurunya atau bahkan melakukan kekerasan seperti apa yang dia alami.
                Keenam, siswa yang salah bergaul. Lingkungan memang memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan sikap siswa. Pergaulan yang kurang tepat atau menyimpang dapat menyebabkan perilaku yang menyimpang.
                Itulah beberapa sebab mengapa siswa berperilaku nakal saat di sekolah. Saat kita tahu latar belakang masalah perilaku siswa kita, tentu kita justru akan merasa iba dan kasihan. Oleh karena itu, sebagai pendidik mulailah untuk menghentikan memberikan label negatif kepada siswa.


  •   Teks Tanggapan Kritis"Siswa Nakal"



Resume
    Siswa nakal adalah sebutan yang tidak asing lagi di telinga kita. Siswa disebut sebagai siswa nakal adalah siswa yang sering tidak membuat PR,sering bolos sekolah,ribut saat guru sedang menerangkan pelajaran,tawuran,dan beragam tingkah laku buruk lainnya. Kenakalan siswa terjadi karena siswa tidak dapat mempelajari dan membedakan tingkah laku yang baik dan yang buruk. Selain alasan tersebut,kurangnya perhatian orang tua karena terlalu sibuk akan pekerjaannya juga bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan siswa.
 Deskripsi kelebihan atau kekurangan
    Orang tua merupakan peranan penting dalam proses perkembangan seorang anak.Jika kedua orang tua tidak harmonis atau bahkan bercerai,suasana di rumah yang tidak nyaman akan menyebabkan terjadinya hal-hal negatif yang dapat mengganggu proses perkembangan seorang anak. Seperti,anak tidak fokus saat pelajaran,anak mendapat tuntunan dari orang tua. Tekanan ini dapat berupa tuntutan orang tua yang terlalu tinggi akan prestasi anaknya di sekolah atau peraturan di rumah yang terlalu ketat atau mengekang. Akibatnya,bermacam-macam. Salah satunya,siswa dapat menjadi pendiam,tetapi juga dapat nakal karena merasa ingin bebas. Ada beberapa orang yang beranggapan bahwa siswa nakal cenderung mandiri,namun hanya saja mereka kurang mendapatkan pengarahan.
 Judgement
    Dari beberapa uraian diatas sudah dijelaskan,bahwasannya orang tua merupakan peranan yang sangat penting bagi proses perkembangan seorang anak. Orang tua harus bisa mengarahkan anaknya ke arah yang positif. Bukan hanya bisa mengarahkan saja,tetapi orang tua juga harus bisa menjadi contoh yang baik dan benar untuk anaknya. Karena biasanya,seorang anak akan meniru apa yang dilakukan oleh orang tuanya. Alangkah baik dan indahnya jika orang tua bisa menciptakan generasi yang baik dan berkualitas.


    1.  Carilah ide pokok ide pokok dari teks tersebut !
    • Paragraf 1 : Bagi guru,menghadapi siswa nakal dianggap sebagai hal biasa.
    • Paragraf 2 : Tidak setuju apabila mereka dilabeli nakal.
    • Paragraf 3 : Tidak ada namanya siswa nakal melainkan siswa yang sedang menghadapi krisis identitas.
    • Paragraf 4 : Dampak siswa yang kedua orang tuanya tidak harmonis atau bahkan bercerai.
    • Paragraf 5 : Penyebab dan dampak siswa yang mengalami kekerasan dalam lingkungan keluar.
    • Paragraf 6 : Dampak siswa yang salah bergaul.
    • Paragraf 7 : Sebagai pendidik mulailah untuk menghentikan memberikan label negatif kepada siswa.


      2. Pernyataan-pernyataan apa saja yang kamu setujui dalam tulisan tersebut ? Berikan   alasannya !
      : Sebagai pendidik,mulailah untuk menghentikan memberikan label negatif kepada siswa.
      Alasan : Karena ketika seorang guru memberikan label negatif kepada siswanya,maka siswa tersebut akan merasa bahwa dirinya tidak berguna dan merasa disudutkan.
      3. Pernyataan-pernyataan apa saja yang tidak kamu setujui ? Berikan alasannya !
      : Bagi guru,menghadapi siswa nakal dianggap sebagai hal biasa,apalagi di sekolah yang siswanya sebagian besar laki-laki.
      Alasan : Karena bukan hanya laki-laki saja yang sering dicap sebagai siswa nakal,tetapi perempuan juga.

4 komentar:

Devi Nurmala Sari mengatakan...

Makasih
Ini membantu :D

Unknown mengatakan...

Iya bro sama² ! :)

Unknown mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
airrama scout mengatakan...

Makasih:)
Sangat membantu:3

Posting Komentar